• BUSINESS MANAGEMENT

    Kami menangani beberapa perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang

  • SCALE UP BUSINESS

    Kami juga terbuka untuk kerjasama dengan perusahaan anda untuk berkembang bersama

  • BUSINESS INVESMENT

    Kami juga melakukan investasi ke beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan kami

Welcome to Ipin Business Investama Group

Kami merupakan sebuah usaha yang berfokus pada pengembangan usaha mitra.
  • SCALE UP BUSINESS

    • Kami juga terbuka untuk kerjasama dengan perusahaan anda untuk berkembang bersama
  • BUSINESS INVESMENT

    • Kami juga melakukan investasi ke beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan kami
  • Media

    • Group bisnis kami yang bergerak dalam bidang multimedia Read More

Pelajaran Berharga dari Sariwangi

Beberapa hari terakhir ini kita mungkin mendengar sebuah perusahaan teh terkenal dinyatakan bangkrut. Perusahaan tersebut bernama PT Sariwangi Agricultural Estate Agency. Dia dinyatakan pailit karena tak mampu membayar hutang yang sudah menggunung.


Kemudian anda bertanya, tapi produk sariwangi kok masih ada di pasaran?

Lagi belanja bulanan, tiba-tiba anak-anak muda yang lagi ada di bagian Teh di SUpermarket berguman "Loh ini teh sariwangi masih dijual kok, katanya bangkrut?" Ucap anak muda tersebut.

Inilah pentingnya kita membaca sesuatu itu secara lengkap. Bukan hanya dari covernya saja. Jadi belum banyak yang tau kenapa PT Sariwangi pailit tetapi kita masih bisa menikmati Teh Sariwangi di pasaran.

PT. Sariwangi terlilit hutang 1 Trilyun Rupiah & dinyatakan pailit pada 16 Oktober lalu. Tetapi pertanyaannya kenapa produknya sampai sekarang masih bisa kita nikmati?

Pada tahun 1962, Sariwangi didirikan oleh Bapak Johan Alexander Supit. Bapak yang satu ini memang seorang inovator sejati, terutama dalam pengembangan inovasi teh di Indonesia. Alhasil, inovasinya ini menjadi market leader di industri teh celup Indonesia.

Yang namanya market leader, pasti popularitas teh Sariwangi ini begitu kental di benak masyarakat Indonesia.

Nah karena BRAND sariwangi begitu besarnya, pada tahun 1989, BRAND SARIWANGI dibeli oleh Unilever. INGAT, yang dibeli adalah Brand-nya bukan PT-nya. Dengan kata lain, PT Sariwangi tetap memproduksi & mensuplai teh ke Unilever, tetapi Brand Sariwangi-nya sendiri sudah menjadi milik Unilever.

19 tahun kemudian, pada tahun 2018 Unilever memutuskan kontrak dengan PT Sariwangi AEA untuk mensuplai teh sariwangi ke Unilever (Sedih  yaw gaes di putusin itu )

Terus darimana Unilever mendapatkan penggantinya? silakan dicari sendiri di mbah gugle ya gaes. Soalnya belum saya cari datanya.

Intinya, teh celup sariwangi masih bisa dinikmati sampai saat ini karena pemilik BRAND-nya masih kokoh berdiri & tetap berproduksi, yaitu Unilever.

Ingat gaes, bangkrut perusahaannya  bukan berarti kita sudah tidak bisa menikmati produknya.

Pelajaran berharganya:

BRAND atau REPUTASI itu nilainya sangat tinggi gaes. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan aset terlihat yang dimiliki. Intangible Asset itu jauh lebih berharga gaes dibandingkan dengan Tangible Asset.




Share:

5 Cara Memulai Bisnis Online Yang Menguntungkan


Bagi para pemula, membangun sebuah bisnis online itu pasti terasa sulit karena tidak tahu harus melakukan apa dan dari mana harus memulainya. Sebenarnya ada beberapa tutorial online yang mengajarkan tentang cara memulai bisnis online tertentu. Sebaiknya kita mengetahui dan menentukan jenis bisnis online seperti apa yang akan dijalankan karena model bisnis online itu sebenarnya sangat banyak dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda.
Selain itu, jika kita serius ingin membangun sebuah bisnis online maka kita juga perlu belajar membangun sikap mental yang positif. Beberapa sikap mental tersebut adalah:
  • Mau belajar dengan serius
  • Mau bekerja keras
  • Pantang menyerah
  • Punya mimpi yang besar dan terukur
  • Mau mengambil resiko
Nah sekarang kita akan membahas bagaimana cara memulai bisnis online yang menguntungkan dan jangka panjang. Dari beberapa model bisnis online di bawah ini, mungkin sesuai dengan minat dan kemampuan yang Anda miliki.
1. Membangun Blog/ Website
Menurut saya, ini adalah langkah awal paling mudah yang bisa dilakukan oleh seorang pemula untuk membangun sebuah bisnis online. Belajar membangun sebuah blog/ website dengan topik tertentu dan memberikan manfaat bagi audiens adalah sesuatu yang tidak terlalu sulit. Kita bisa membuat blog yang berhubungan dengan minat/hobby dan keahlian, tentu ada banyak orang yang punya minat atau hobby yang sama dengan Anda. Mereka inilah yang nantinya menjadi audiens Anda.
Setelah blog/ website Anda memliki banyak pengunjung, Anda bisa memonetize blog tersebut dengan banyak cara. Beberapa cara memonetize blog Anda adalah dengan memasang iklan, misalnya menjadi publisher dan memasang iklan PPC Google Adsense, iklan produk sendiri, iklan affiliasi, menjual jasa artikel review, dan lain-lain. Jika Anda memiliki sebuah blog yang profesional, pasti akan memberikan keuntungan jangka panjang dari berbagai jenis monetize.
2. Membangun Toko Online
Membuat toko online sendiri sudah bukan hal yang sulit lagi, dan salah satu cara termudahnya adalah membuat toko online dengan platform WordPress. Jika Anda memang punya keahlian dalam bidang web developmen tentu akan lebih mudah lagi dalam membuat toko online. Biasanya toko online digunakan untuk berjualan produk fisik dengan cara memajang produk tersebut di toko online Anda dan mempromosikannya di berbagai media online.
Lalu bagaimana jika kita tidak punya produk sendiri? Kita bisa menjual produk orang lain yang memang banyak dicari di internet, yaitu dengan mengikuti program dropship dari suplier besar. Keuntungan bisnis dropship ini adalah kita tidak perlu pusing dalam hal pengadaan barang, tidak perlu menyetok barang, tidak perlu melakukan proses packing dan pengiriman barang, dan suplier mengirim barang tersebut atas nama kita sebagai pemilik toko online. Baca artikel selengkapnya tentang Bisnis Dropship.
3. Menjual Produk Digital
Kalau kita punya keahlian di bidang tertentu, maka keahlian tersebut bisa kita jual dalam bentuk eBook, video, atau membership. Model bisnis ini potensinya luar biasa, apalagi dijaman digital saat ini, di mana orang semakin banyak yang lebih memilih membaca buku digital dibanding buku fisik.
Produk digital ini biasanya laris di komunitas-komunitas tertentu. Misalnya di komunitas pebisnis online, produk seperti eBook, video, dan membership yang berhubungan dengan ilmu internet marketing pasti akan laris manis. Nah jika Anda punya keahlian dalam bidang tertentu, sebaiknya Anda menjualnya secara online.
4. Menjadi Affiliate Marketer
Ok, Anda sudah punya blog sendiri tapi belum punya produk yang ingin dijual, bagaimana cara menghasilkan uang dari blog tersebut? Salah satu opsinya adalah menjual produk orang lain atau bahasa kerennya affiliate marketer. Produk yang dijual bisa dalam bentuk fisik ataupun dalam bentuk digital, Anda bisa menentukan produk seperti apa yang paling relevan dengan blog Anda.
Misalnya blog/ website Anda memuat topik tentang produk produk fisik, maka bisnis affiliasi yang paling sesuai dengan blog Anda adalah menjual produk fisik. Anda bisa bergabung menjadi affiliate di situs-situs yang menawarkan program afiliasi, misalnya situs #Lazada.
5. Menjadi Penulis Artikel (Ghost Writer)
Profesi yang satu ini cukup laris di internet karena saat ini sangat banyak pemilik website yang membutuhkan penulis konten untuk situs mereka. Bukan hanya situs besar saja yang membutuhkan penulis, situs-situs yang masih merintis juga membutuhkan penulis-penulis handal.
Walaupun bisnis yang satu ini terkesan sulit, cukup banyak yang sukses menjalankan profesi sebagai penulis. Jadi, buat Anda yang punya minat besar dalam menulis, manfaatkan minat dan keahlian menulis tersebut menjadi ladang penghasilan.
Nah, setelah membaca artikel ini, tentunya Anda sudah punya sedikit gambaran tentang bagaimana cara memulai bisnis online yang menguntungkan. Walaupun Anda masih pemula, jangan pernah takut bersaing karena akan selalu ada ceruk yang bisa dimanfaatkan di bisnis online. Tentukan jenis bisnis online yang sesuai dengan kemampuan dan minat Anda, lakukan sekarang, lakukan dengan serius.
Share:

Apa Sih Perbedaan Online Shop, E-Commerce, dan Marketplace


Berbelanja secara online tentu menjadi kesenangan tersendiri bagi pembeli. Hanya dengan terhubung ke internet, kita bisa langsung memilih barang apa yang cocok dan akan kita beli. Ketika belanja secara online, kita akan menjumpai berbagai macam sistem yang diberlakukan oleh penjual.
Ada yang memberlakukan sistem tanya jawab, yaitu kita bebas menanyakan seputar produk yang kita beli langsung kepada admin, ada juga yang dengan sekali meng-klik tombol “beli”, secara otomatis kita terdaftar sebagai pembeli produk tersebut. Tidak semua tempat belanja online kita sebut dengan online shop, bahkan ada yang disebut e-commerce dan marketplace. Lantas apakah perbedaannya? Lebih efektif yang manakah dari ketiga tempat belanja online tersebut? Simak penjelasan berikut agar kamu tahu perbedaannya.
Pengertian Online Shop
Sebagian besar orang akan berpendapat segala aktivitas belanja yang dilakukan secara online dapat dilakukan di online shop. Pada kenyataannya, tidak hanya melalui online shop, namun kita juga bisa belanja melalui e-commerce dan marketplace.
Online shop atau yang disebut dengan toko online adalah sistem belanja online yang mana pembeli dapat menanyakan harga atau pertanyaan apapun terkait produk kepada penjual secara langsung, dapat melalui BBM, LINE, atau Whatsapp.
Di beberapa online shop, biasanya akan ada diskon setelah pembeli sering berlangganan pada online shop tersebut. Ada juga online shop yang masih memberlakukan tawar menawar harga suatu produknya. Contoh dari online shop ini sering dijumpai di Facebook dan Instagram. Online shop yang sering dijumpai di Facebook misalnya.
Pengertian Marketplace
Marketplace adalah model bisnis yang mana website yang bersangkutan tidak hanya membantu mempromosikan barang dagangan saja, tapi juga memfasilitasi transaksi uang secara online. Pada sistem belanja online ini, sebuah website menyediakan lahan atau tempat bagi para penjual untuk menjual produk-produknya.
Di website inilah kita akan menemukan produk dari penjual yang berbeda, ada juga beberapa penjual dari online shop. Setiap produk yang terdapat dalam website tersebut telah diberikan spesifikasi dan penjelasan kondisi produknya, sehingga pembeli dapat langsung mengklik tombol “beli” kemudian melakukan transfer sejumlah harga yang tercantum.
Pada sistem belanja ini, penjual tidak melakukan tanya jawab kepada pembeli dan tidak ada diskon ataupun tawar menawar seperti pada online shop. Contoh dari marketplace diantaranya adalah tokopedia.com, olx.co.id, bukalapak.com, dll.
Pengertian E-Commerce
Sistem belanja e-commerce hampir sama dengan marketplace, yaitu pembeli tinggal memilih barang yang diinginkan pada sebuah website, kemudian mengklik tombol “beli” dan melakukan transfer sejumlah harga yang tercantum. Bedanya adalah pada e-commerce, barang ataupun produk yang dijual berasal dari website itu sendiri.
Ia tidak membuka lahan atau tempat bagi para penjual lain untuk menjajakan produk mereka. Tidak ada tawar menawar dan harga yang diberikan adalah harga pas. Contoh dari e-commerce misalnya zalora.com, berrybenka.com, dll.
Lantas, lebih efektif mana dari ketiga sistem tersebut untuk berbelanja? Hal ini tentu saja disesuaikan dengan kebutuhanmu. Jika kamu merasa lebih nyaman untuk berbelanja online dengan menanyakan secara langsung kepada penjual, kamu bisa mencoba belanja di online shop.
Jangan lupa untuk memastikan online shop yang kamu pilih bukanlah online shop “abal’abal” alias penipu. Sebaliknya, jika kamu merasa dengan bertanya pada penjual banyak menghabiskan waktu, kamu bisa mencoba belanja di marketplace yang memiliki harga pas, tidak ada tawar menawar dan langsung transfer setelah mengklik tombol “beli”.
Atau jika kamu ingin membeli barang yang dijual langsung dari agen resminya, kamu bisa memilih opsi e-commerce. Semua pilihan tergantung dari kebutuhanmu sendiri. Jadi, kamu lebih tertarik pada online shop, marketplace, atau e-commerce?
Share:

Potensi Produk Indonesia untuk Bersaing di ASEAN


Indonesia sebagai negara kepulauan banyak menyimpan berbagai kekayaan alam. Mulai dari sabang sampai merauke terdapat ribuan keunikan yang dimiliki oleh negeri ini. Mulai dari kekayaan hayati sampai dengan kekayaan hasil tambangnya.
Namun kenapa Indonesia bisa kalah bersaing dengan negara maju?
Seperti kita lihat saat ini banyak produk-produk dari luar negeri yang membanjiri negeri kita tercinta ini. Mulai dari elektronik, gadget, bahkan sampai kebudayaan pun banyak yang dari luar negeri.
Hal seperti inilah yang perlu kita sadari bahwa sebenarnya kita juga mampu menjual apapun yang ada di negeri ini. Namun lagi-lagi kendala utama adalah kesulitan dalam memasarkan sebuah produk. Banyak UKM kita yang masih belum bisa menembus pasar luar negeri. Jangankan pasar internasional, untuk menjangkau antar pulau pun masih mengalami banyak kendala.
Hal seperti inilah yang coba kami atasi melalui Vallenca. Disini kami akan terus berkomitmen untuk membantu produk-produk lokal supaya lebih dikenal oleh banyak masyarakat.
Kami disini hadir untuk membantu UKM lokal dalam hal pemasaran hasil produksinya. Mulai dari fashion, alat rumah tangga, bahkan sampai produk-produk unik yang dimiliki oleh para UKM negeri ini. (red)
Share:

Kategori